Jumat, 07 November 2014

Rancangan Website untuk "Chocolatte"

Gambaran Umum Objek

“Chocolatte” adalah sebuah bisnis lokal yang bergerak di bidang penjualan baju, tas, sepatu dan aksesoris. Di Magelang sendiri, “Chocolatte” telah memiliki dua gerai. Gerai pertama terletak di Jalan Pahlawan No. 5 Magelang Utara, dan gerai kedua terletak di Jalan Gatot Subroto No. 69.
Sebagai sebuah bisnis yang telah berkembang, “Chocolatte” ternyata belum memiliki website usaha yang digunakan untuk mempromosikan produk-produknya. Oleh karena itu, saya berniat membuatkan rancangan website untuk “Chocolatte” yang nantinya dapat bermanfaat untuk mempromosikan produk-produknya dan memperluas pasar serta menambah pelanggan “Chocolatte”.
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat website.

Infrastruktur yang Diperlukan

Hardware

1. Komputer/Laptop

Komputer yang dianjurkan untuk membuat website minimal mempunyai spesifikasi:
  • Intel Pentium IV 1,2 GHZ
  • DDR RAM 256 MB
  • VGA 32 MB AGP
  • 40 GB Hard Disk
  • Monitor SVGA 15”

Namun saya lebih menganjurkan menggunakan laptop saja. Hal itu dikarenakan laptop lebih praktis, tidak banyak memakan tempat, dan biaya lebih murah.
2. Modem/Wifi
Kedua perangkat optional ini digunakan jika ingin menghubungkan perangkat komputernya ke internet. Ada dua jenis modem yang dapat digunakan di laptop, yaitu USB Modem (modem yang dimasukkan dalam slot USB laptop), dan modem telepon/ISDN (modem yang menggunakan jaringan telepon sebagai penghubung ke internet dengan fasilitas wifi).  Dengan menggunakan wifi akan lebih praktis karena setiap laptop sudah memiliki perangkat wifi yang  terpasang di dalamnya.
Menggunakan modem atau wifi sebenarnya sama saja, dari segi harga pun tidak jauh berbeda. Namun untuk bisnis yang sedang saya bahas di sini, saya menyarankan untuk menggunakan modem.

Software

1. Bahasa HTML

Untuk pembuatan situs yang hanya menyediakan informasi produk, tanpa ada login, atau shopping cart, atau forum, maka cukup menggunakan bahasa pemrograman HTML saja. Namun jika ingin pengakses bisa memesan lewat komputer, bisa login untuk melihat pesanannya, dan semuanya serba otomatis 24 jam, maka perlu belajar pemrograman internet, seperti ASP, CGI, PERL, dan yang saat ini paling banyak digunakan adalah PHP. Apabila kita memilih PHP, untuk bagian databasenya supaya bisa menyimpan data pengakses, email-emailnya, tagihannya, produk-produk kita adalah MySQL. Selain itu bisa juga menggunakan FLASH, JAVASCRIPT, GIF, dan komponen pelengkap lainnya.
Yang paling penting dari semuanya adalah penguasaan HTML, hal ini diperlukan untuk memasukkan perintah-perintah dalam HTML ke halaman web yang sesungguhnya. Atau, kita bisa menggunakan aplikasi web builder untuk menyusun sebuah halaman web. Dengan aplikasi ini penyusunan halaman web bisa jauh lebih mudah dan sederhana, sehingga kita bisa lebih berkonsentrasi ke konten website itu daripada memikirkan trik-trik perintah HTML. Sampai saat ini, sudah banyak jenis aplikasi ini yang sudah dikembangkan, misalnya Microsoft Frontpage, Macromedia Dreamweaver, Adobe GoLive, Microvision WebExpress, dll.

2. Domain

Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer, seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun internet. Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server. Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL atau alamat website.
Nama domain mempunyai identifikasi ekstensi/akhiran sesuai dengan kepentingan dan lokasi keberadaan website tersebut. Contoh nama domain berekstensi internasional adalah com, net, org, info, biz, dll. Contoh nama domain berekstensi lokal Negara Indonesia adalah co.id, ac.id, go.id, or.id, dll.
Domain ada yang gratis dan ada yang berbayar. Namun untuk keperluan bisnis saya sarankan untuk memilih yang berbayar saja, karena banyak domain gratis sekarang sudah diblock oleh search engine seperti google.

3. Hosting

Hosting adalah suatu space atau tempat di internet yang kita gunakan untuk menyimpan data-data website atau situs kita. Sama halnya dengan domain, hosting juga ada yang gratis dan ada yang berbayar. Saya menyarankan menggunakan hosting yang berbayar, karena menawarkan fitur-fitur, seperti fitur FTP, fitur webmail, fitur Mysql, bebas iklan yang tidak dikehendaki, dan lain sebagainya. Sedangkan hosting gratis banyak batasannya. Kita tidak bisa menentukan space yang akan kita gunakan, sering adanya iklan-iklan yang tidak kita kehendaki, aksesnya lambat, dan lain sebagainya.
Berikut adalah daftar harga paket-paket web hosting di IndoWebsite:
Paket Web Hosting Standard
Paket ini cocok untuk webmaster pemula atau profesional yang membutuhkan kehandalan hosting namun dengan dana yang minimal.


Fitur Hosting
Student
Personal
Standard
Pro
Advance
Expert
Disk Space
125 MB
250 MB
500 MB
1 GB
2 GB
4 GB
Bandwith
10 GB
25 GB
50 GB
100 GB
200 GB
400 GB
Email Account
4
10
15
unlimited
unlimited
unlimited
MySQL Database
1
3
4
unlimited
unlimited
unlimited
Park Domain
0
1
unlimited
unlimited
unlimited
unlimited
Addon Domain
0
0
unlimited
unlimited
unlimited
unlimited
Sub Domain
0
3
unlimited
unlimited
unlimited
unlimited
FTP Account
1
3
unlimited
unlimited
unlimited
unlimited
Domain Gratis
-
-
-
ya
ya
ya

Harga

Per Bulan
-
-
-
30.000
40.000
60.000
Per 3 Bulan
-
-
45.000
90.000
120.000
180.000
Per 6 Bulan
-
-
80.000
170.000
220.000
350.000
Per 1 Tahun
50.000
100.000
150.000
300.000
400.000
600.000
Analisis Biaya
Laptop
Modem 100 Mbps
Paket Simpati
Hosting Pro per tahun
Jasa pembuatan web
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
5.000.000
500.000
50.000
300.000
500.000
Total
Rp
6.350.000

Rancangan Desain Website

Halaman “Home”

Halaman ini berisi perkenalan dan gambaran umum mengenai “Chocolatte”.

Halaman “Katalog “Chocolatte”

Halaman ini berisi daftar berbagai macam produk yang dijual di “Chocolatte”. Pada halaman ini nantinya akan disediakan sub menu “Kategori Produk”, seperti Bags, Shoes, Clothes, Accesories, tergantung produk yang dijual. Sehingga pelanggan dapat dengan mudah mencari jenis barang yang diinginkan.

Halaman “How To Get Our Products”

Pada halaman ini akan dijelaskan cara memesan produk. Dan jika menerapkan sistem pengiriman barang, akan dijelaskan pula tata cara pengiriman dan pembayaran produk.

Halaman “Contact Us”

Halaman ini berisi kontak-kontak “Chocolatte” yang dapat dihubungi, seperti nomor telepon customer service dan alamat. Karena “Chocolatte” sudah memiliki twitter, foursquare dan facebook, maka dapat ditampilkan pula alamat twitter, foursquare dan facebooknya.

Halaman “Event Calendar”

Halaman ini berisi kalender besar yang di dalamnya akan dituliskan macam event yang akan diselenggarakan oleh “Chocolatte”, agar pelanggan dapat bergabung dalam event-event tersebut.

Galeri Foto

Halaman ini berisi foto-foto mengenai “Chocolatte”.
Contoh rancangan halaman
Chocolatte
Bags Shoes Accesories and Sandals

Home
Katalog “Chocolatte”
How To Get Our Products
Contact Us
Event Calendar
Galeri Foto


Sumber:
http://www.berbagiyuks.com/membuat-online-website/
kursus.ariesoeprapto.com/detail.doc
http://www.indowebsite.net/hosting/web-hosting

Selasa, 07 Oktober 2014

E-GOVERNMENT

Pengertian E-Government

E-Government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. E-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses pemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.


Karakteristik E-Government

  1. Interaksi antara pemerintah dengan berbagai pihak yang berkepentingan, seperti masyarakat luas, pebisnis dan unit-unit kerja di lingkungan pemerintah lainnya.
  2. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (komputer dan internet).
  3. Mempermudah dan praktis dalam pelayanan pemerintah terhadap berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder).


Manfaat E-Government

Penerapan e-government ini dapat memberikan tambahan manfaat yang lebih kepada masyarakat, di antaranya:
  1. Memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada para stakeholdernya (masyarakat, kalangan bisnis, dan industri) terutama dalam hal kinerja efektivitas dan efisiensi di berbagai bidang kehidupan bernegara.
  2. Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan konsep Good Corporate Governance.
  3. Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi yang dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan aktivitas sehari-hari.
  4. Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang berkepentingan.
  5. Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat dan tepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan berbagai perubahan global dan trend yang ada.
  6. Memberdayakan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra pemerintah dalam proses pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis.

Tujuan E-Government

  1. Meningkatkan mutu layanan publik melalui pemanfaatan teknologi IT dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.
  2. Terbentuknya pemerintahan yang bersih, transparan dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif.
  3. Perbaikan organisasi, sistem, manajemen, dan proses kerja kepemerintahan.

Kendala dalam Pelaksanaan E-Government

  1. Kurangnya ketersediaan infrastruktur telekomunikasi.
  2. Biaya penggunaan jasa telekomunikasi masih mahal.
  3. Masih banyaknya penyelenggaraan pelayanan publik, baik di pusat maupun daerah yang belum mengakomodir layanan publiknya dengan fasilitas internet.


Sumber:
http://kelompok9etika.blogspot.com/2012/11/e-government.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan_elektronik

BUSINESS TO BUSINESS (B2B)

Pengertian B2B

B2B adalah transaksi secara elektronik antara entitas atau obyek bisnis yang satu, ke obyek bisnis lainnya. Business to business (B2B) menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara produsen dan grosir, atau antara grosir dan pengecer.
Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasannya, adalah bahwa dalam rantai pasokan yang khas akan ada banyak transaksi yang melibatkan B2B subkomponen atau bahan baku, dan hanya satu transaksi B2C, khususnya penjualan produk jadi ke konsumen akhir. Sebagai contoh, ssebuah produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir, kendaraan ang sudah selesai dijual ke konsumen adalah satu (B2C) transaksi.

Karakteristik B2B

  1. Pertukaran informasi yang dilakukan antar pelaku bisnis tersebut atas dasar kebutuhan dan kepercayaan.
  2. Pertukaran informasi yang dilakukan dengan format yang sudah disepakati dan service sistem yang digunakan antar kedua pelaku bisnis juga menggunakan standar yang sama.
  3. Salah satu pelaku bisnis tidak harus menunggu rekan bisnisnya untuk mengirimkan datanya.
  4. Sarana yang digunakan EDI (Electronic Data Interchange).
  5. Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dengan model ini antar pelaku bisnis lebih mudah untuk mendistribusikan informasi yang dimilikinya.

Manfaat dan Keunggulan Layanan B2B

  1. Hemat waktu dan praktis. Menu dalam situs layanan B2B khusus hanya menyediakan kebutuhan produk pelanggan terkait, tanpa harus repot mencarinya dalam katalog produk.
  2. Efektif dan efisien. Pelanggan B2B tidak perlu melewati proses negosiasi harga yang panjang, karena sudah dilakukan pada awal kesepakatan kerja sama.
  3. Keuntungannya besar. Mengurangi biaya perusahaan untuk administrasi, surat menyurat transaksi, ataupun untuk riset harga pasar.
  4. Kerahasiaannya aman dan terjamin. Sistemnya menggunakan tingkat keamanan yang tinggi dengan protocol secure socket layer 256 bit, untuk menjaga keamanan data pelanggan.
  5. Transaksi yang transparan. Layanan ini mendukung good corporate governance. Setiap transaksi mudah dipantau karena sistem selalu memberikan rekaman jejak transaksi melalui e-mail notifikasi kepada buyer (bagian purchasing), atasan (pemberi approval), hingga user, ataupun yang berhak mendapatkan informasi tersebut di perusahaan sesuai kesepakatan. Ini meningkatkan kontrol perusahaan terhadap proses transaksi.


Sumber:
http://k-dew.blogspot.com/2010/01/pengertian-b2b-b2c-c2cb2b2cb2e-dalam.html
http://sukses-b2b.blogspot.com/2010/06/apa-itu-b2b-b2c-c2c-b2e.html
http://www.kawanlama.com/commerce/59-commerce/71-business-to-business-b2b

https://id.scribd.com/doc/40838135/B2B

Selasa, 30 September 2014

Pasar Elektronik

Perdagangan elektronik (electronic commerce/e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis,  dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-marketing) atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange/EDI), dll.
E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini. Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Amazon.com, dan PayPal.

Model-Model E-Commerce di Indonesia

1.  Iklan Baris, merupakan salah satu bentuk e-commerce yang tergolong sederhana, bisa dianggap sebagai evolusi dari iklan baris yang biasanya ditemui di koran-koran ke dalam dunia online. Contoh iklan baris: OLX.co.id (sebelumnya Tokobagus), Berniaga, dan FJB-Kaskus.
2. Retail, merupakan jenis e-commerce yang dimana semua proses jual-beli dilakukan melalui sistem yang sudah diterapkan oleh situs retail yang bersangkutan. Oleh karena itu, kegiatan jual-beli di retail relatif aman, namun biasanya pilihan produk yang tersedia tidak terlalu banyak, atau hanya fokus ke satu-dua kategori produk. Contoh retail: Berrybenzka, Zalora, dan Lazada.
3. Marketplace, bisa dianggap sebagai penyedia jasa mall online, namun yang berjualan bukan penyedia website, melainkan anggota-anggota yang mendaftar untuk berjualan di website marketplace yang bersangkutan. Marketplace umumnya menyediakan lapisan keamanan tambahan untuk setiap transaksi yang terjadi, seperti sistem pembayaran escrow atau lebih umum dikenal sebagai rekening bersama. Jadi setiap terjadi transaksi di dalam sistem marketplace tersebut, pihak marketplace akan menjadi pihak ketiga yang menerima pembayaran dan menjaganya hingga produk sudah dikirimkan oleh penjual dan diterima oleh pembeli. Setelah proses pengiriman selesai, barulah uang pembayaran diteruskan ke pihak penjual.

Kunci Sukses dalam E-Commerce

Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, dan beberapa faktor yang termasuk:
  1. Menyediakan harga kompetitif.
  2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
  3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
  4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
  5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
  6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
  7. Mempermudah kegiatan perdagangan.

Masalah E-Commerce

1. Penipuan dengan cara pencurian identitas dan membohongi pelanggan.
2. Hukum yang kurang berkembang dalam bidang e-commerce ini.

Aplikasi bisnis

Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
  1. E-mail dan Messaging
  2. Content Management Systems
  3. Dokumen, spreadsheet, database
  4. Akunting dan sistem keuangan
  5. Informasi pengiriman dan pemesanan
  6. Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
  7. Sistem pembayaran domestik dan internasional
  8. Newsgroup
  9. On-line Shopping
  10. Conferencing
  11. Online Banking/internet Banking
  12. Product Digital/Non Digital
  13. Online SEO

9 Kuadran dalam Segementasi Pasar Elektronik Bisnis (E-Bisnis)

Ada 9 kuadran yang merupakan segmentasi pasar dari e-bisnis, antara lain: C2C, C2B, C2G, B2B, B2C, B2G, G2G, G2B, G2C.

C2C (Cosumer to Cosumer)

Dapat digambarkan sebagai pasar dari consumer to consumer dimana pembeli dan penjual melakukan transasksi dengan saling menukarkan barang dagangannya yang dahulu dikenal dengan sistem barter. Yang saat ini dapat dikatakan transaksi yang terjadi antara konsumen dengan konsumen lewat sarana elektronik. Contoh : Lelang online, Ruang iklan online, Komunitas online (Newsgroup dan chatroom).

C2B (Consumer to Business)

Konsumen memberitahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau jasa tersebut. Bisa juga dikatakan sebagai sarana elektronik untuk mengadakan interaksi pelanggan (customer) dan pelaku bisnis (business).

C2G (Citizens to Government)

Interaksi antara penduduk/warga dengan pihak pemerintah dalam kaitan hubungannya sebagai bagian dari suatu pemerintahan.

B2B (Business to Business)

Bisnis yang dilakukan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain menggunakan media Internet.

B2C (Business to Consumer)

Bagian dari e-commerce yang biasanya digunakan untuk bertransaksi atau melakukan aktivitas jual beli secara langsung. B2C merupakan salah satu model e-commerce yang muncul untuk membantu suatu perusahaan dan konsumen untuk dapat bertransaksi secara elektronik/digital di mana saja dan kapan saja dalam nilai nominal yang tidak besar.

B2G (Business to Government)

Interaksi antara pihak pengusaha dengan pihak pemerintah dalam kaitannya dengan hubungan bisnisnya, contoh: online payment dengan institusi pemerintah untuk pembayaran, perijinan, bea & cukai, PPNBM, Pajak dll.

G2G (Government to Government)

G2G memudahkan penyelenggara pemerintahan lokal untuk mendapatkan data dari partnernya, misalnya pemerintah lokal yang lain. Dalam kategori ini menangani masalah layanan antar instansi pemerintah dan atau antar negara.
Pada umumnya aplikasi jenis G2G bekerja di atas satu jaringan data yang disebut sebagai intranet yaitu jaringan data yang digunakan untuk keperluan internal instansi pemerintah.
Beberapa contoh aplikasi G2G antara lain:
  1. Koordinasi dan Konsolidasi Anggaran
  2. Koordinasi Kepegawaian
  3. Koordinasi Kegiatan Bidang Ekonomi
  4. Koordinasi Bidang Politik dan Keamanan

G2B (Government to Business)

G2B mengurangi beban kerja pengontrolan bisnis, misalnya pelaporan keuangan perusahaan pada pemerintah, penghitungan pajak, dan sebagainya, dengan cara menghilangkan duplikasi pengumpulan data.
Beberapa contoh aplikasi G2B antara lain:
  1. Pembayaran Pajak.
  2. Perijinan Usaha.
  3. Pengadaan Barang dan Jasa (eProcurement).

G2C (Government to Citizens)

G2C membangun fasilitas satu pintu yang mudah ditemui dan mudah digunakan untuk semua yaitu berupa layanan pemerintahan kepada warga negara. Dalam arti jika infrastruktur dan tingkat pendidikan masyarakat telah maju, maka G2C akan sangat mempermudah urusan kenegaraan. Dalam kategori ini menangani masalah yang berkaitan dengan layanan masyarakat luas, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing.
Beberapa contoh aplikasi G2C antara lain:
  1. Kependudukan.
  2. Keimigrasian.
  3. Akta Nikah.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_elektronik 
http://antoniusaw.wordpress.com/2008/04/15/9-kuadran-dalam-segementasi-pasar-elektronik-bisnis-e-bisnis/